Rabu, 09 September 2015

Perbedaan karya tulis ilmiah murni , karya tulis ilmiah populer dan karya tulis populer murni

Perbedaan karya tulis ilmiah murni , karya tulis ilmiah populer dan karya tulis populer murni
1.            Karya tulis ilmiah murni
a.       Bahasa : bahasa yang digunakan adalah bahasa formal, bahasa baku, dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi.
b.      Topik bahasan : berkaitan dengan bidang ilmiah dan jauh dari pemahaman masyarakat awam.
c.       Isi : menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan, deskripsi, tentang sesuatu pemecahan masalah.
d.      Ciri-ciri :
1)      Bersifat ilmiah
2)      Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada teori-teori yang telah diketahui kebenaranya
3)      Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran dalam penulisan
4)      Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu
e.         Dapat diklasifikasikan menjadi :
1)      Karya Ilmiah Pendidikan yang dapat berupa Paper ( Karya Tulis ), Pra-Skripsi, Thesis, Skripsi dan Disertasi.
2)      Karya Ilmiah Penelitian yang dapat berupa Makalah Seminar, Laporan Hasil Penelitian dan Jurnal Penelitian.
2.            Karya tulis ilmiah populer
a.       Bahasa : bahasa yang digunakan lebih luwes, dan dapat dipahami oleh masyarakat umum.
b.      Topik bahasan : membahas permasalahan yang berhubungan dengan masyarakat sekitar.
c.       Isi : berupa fakta yang objektif
d.      Ciri-ciri :
1)    Penyajian menggunakan bahasa yang cermat,
2)    Tidak terlalu formal tapi tetap taat asas,
3)    Disusun secara sistematis
4)    Tidak memuat hipotesis.
5)    Sikap penulis tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang meragukan.
6)    Penyimpulan dilakukan dengan memberikan fakta.
3.            Karya tulis populer
a.       Bahasa : gaya bahasa konotatif dan populer ( biasa digunakan )
b.      Topik : membahas tentang fiksi dan non fiksi
c.       Isi : berdasarkan fakta pribadi
d.      Ciri-ciri :
1)      Bersifat persuasif
2)      Fakta yang disimpulkan subyektif
3)      Gaya bahasa konotatif dan populer
4)      Tidak memuat hipotesis
5)      Penyajian dibarengi dengan sejarah
6)      Bersifat imajinatif
7)      Situasi didramatisir
8)      Bersifat persuasif
9)      Tanpa dukungan bukti

e.       Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.

Karya Tulis Ilmiah - Rokok

KATA PENGANTAR

                  Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT Tuhan seluruh alam yang telah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita umat manusia sehingga dapat menjalankan tugas kekhalifahan di bumi. Kedua kalinya shalawat serta salam selalu kita curahkan pada nabi akhiruzzaman suri tauladan terbaik bagi seluruh alam yang telah membimbing manusia mengenal Rabbnya dan berjalan dalam jalan kebenaran dan keselamatan, yaitu agama islam.
                  Tiada henti kami memanjatkan rasa syukur atas terselesainya karya tulis ilmiah ini. Karya Tulis Ilmiah Kandungan Rokok dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Ucapan terima kasih kami sampaikan pula kepada seluruh pihak yang membantu penyelesaian karya tulis ilmiah ini. Penyusunan karya tulis ilmiah ini berawal dari bisikan hati nurani yang miris dengan semakin buruknya kebiasaan masyarakat yang mulai mengkonsumsi rokok. Setiap saat kita dapat menjumpai anggota masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar merokok di tempat-tempat umum. Padahal, berbagai penelitian dan kajian yang telah dilakukan menujukkan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila dihirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya (perokok pasif). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi daripada para perokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru mengancam para perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Terlebih lagi, rokok bukan sesuatu barang yang sulit didapatkan. Banyak sekali yang menyediakannya baik di warung-warung maupun di swalayan-swalayan. Adanya pergeseran anggapan dalam masyarakat yang menganggap bahwa orang-orang yang tidak merokok merupakan hal yang kuno dan dianggap ketinggalan zaman khususnya dikalangan anak muda dan remaja, telah mendorong penulis untuk mengkampanyekan untuk menjauhi narkoba dan psikotropika khususnya rokok karena kandungan kimianya yang sangat merugikan bagi kesehatan. Melalui penyusunan karya tulis ilmiah ini, penyusun berharap menambah wawasan untuk masyarakat khususnya kalangan pelajar mengenai kandungan rokok dan dampaknya terhadap kesehatannya, selain itu dengan mengetahui informasi ini masyarakat khususnya para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk mengkonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.
Pepatah mengatakan bahwa tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan penulisan karya tulis ilmiah ini. Kami selaku penulis memohon dengan kerendahan hati kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini. Terlepas dari kekurangan yang mengiringi, semoga keberadaan karya tulis ilmiah ini dapat menambah sedikit khazanah pengetahuan mengenai kandungan rokok dan dampaknya terhadap kesehatan, menjadi suatu kebaikan dan dicatat oleh Allah sebagai amal kebaikan yang memberi manfaat kepada umat. Amin.
                                                                                         


Yogyakarta,   Juni 2015

                                                                                                                  Penulis











DAFTAR ISI


Kata Pengantar ......................................................................................................  1
Daftar Isi ...............................................................................................................  3
Pendahuluan ..........................................................................................................  4
a.       Latar Belakang ..............................................................................  4
b.      Rumusan Masalah ..........................................................................  4
c.       Tujuan ............................................................................................  5
Pembahasan ...........................................................................................................  6
a.         Kandungan Rokok .......................................................................  6
b.         Dampak Rokok .............................................................................  11
c.         Ciri-ciri Perokok Aktif ..................................................................  15
d.        Upaya Pencegahan .......................................................................  17
Simpulan ................................................................................................................  19
Daftar Pustaka .......................................................................................................  20
                                                                                          














BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahan dasar rokok adalah tembakau yang terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagiahan, walaupun sebenarnya mereka tidak ingain mencobanya lagi. Tetapi seiring perkembangan zaman, kebiasaan merokok di kalangan masyarakat sungguh sangat meningkat tajam khususnya di kalangan pelajar. Sebenarnya seorang pelajar belum baik atau boleh merokok di kalangan sekolah, masyrakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal itu dapat berdampak buruk pada kesehatannya, sekolahnya, dan lain-lain. Biasanya hal ini dilakukan oleh para pelajar karena kondisi emosi mereka yang tidak stabil membuat mereka melakukan segala hal untuk melampiaskan emosinya.
Di kota-kota besar, populasi perokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini disebabkan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok dikalangan sekolah / masyarakat. Atau mungkin jugaa kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti ke depannya. Dari sudut pandang diatas kemudian penulis berusaha untuk mensosialisasikan tentang bahaya rokok serta akibat untuk masa ke depannya lewat karya tulis ilmiah mengenai kandungan rokok dan dampaknya terhadap kesehatan ini.
B.     Rumusan Masalah
1.      Zat-zat apa saja yang terkandung dalam rokok ?
2.      Dampak apa saja yang ditimbulkan rokok khususnya dalam bidang  kesehatan ?
3.      Bagaimana ciri-ciri dari seorang perokok aktif ?
4.      Upaya pencegaha apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia ?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui zat-zat yang terkandung dalam rokok
2.      Mengetahui dampak yang ditimbulkan rokok khususnya dalam bidang kesehatan
3.      Mengetahui ciri-ciri dari seorang perokok aktif
4.      Mengetahui upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia





















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kandungan Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Di Indonesia pemasaran rokok adalah pemasaran produk yang paling heboh. Gencar menyelusup kesegenap wilayah kehidupan masyarakat disemua strata. Tua, muda, miskin dan kaya bisa menikmati rokok. Hal yang biasa, produsen rokok menjadi sponsor acara musik, sehingga masyarakat, kawula muda khususnya bisa menikmati pertunjukkan musik artis idolanya dengan cuma-cuma. Sponsor acara olahraga. Meskipun didunia olahraga, merokok adalah hal yang tabu. Menjadi donatur atau sponsor untuk pengelolaan, keindahan taman suatu kota, kegiatan seminar dan lain sebagainya.
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok,  proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.
1.         Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
a)        Klobot : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
b)        Kawung : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
c)        Sigaret : rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
d)       Cerutu : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
2.         Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
a)        Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
b)        Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
c)        Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
3.         Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
a)        Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.
b)        Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar. Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian :
                                                     i.          Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam International, Djarum Super dan lain-lain.
                                                   ii.          Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild, U Mild, L.A. Lights, Surya Slims dan lain-lain.
4.         Rokok berdasarkan penggunaan filter.
a)        Rokok Filter (RF) : rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
b)        Rokok Non Filter (RNF) : rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.
5.         Rokok dilihat dari komposisinya :
a)        Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang.Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik. Biasaditemukan di Asia Tenggara dan India.
b)        Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau. Adaberbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.
c)        Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.
d)       Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di AsiaTenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan jenis kunyah. Adalagi jenis yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap denganhidung atau mulut.
e)        Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa buah-buahanyang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara, TimurTengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti di kafe-kafe.
Rokok mengandung kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Selain itu, dalam sebatang rokok juga mengandung bahan-bahan kimia lain yang tak kalah beracunnya diantaranya :
1.         ACROLEIN ( C3H4O ) : Zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu kesehatan.
2.         Karbon Monoksida ( CO ) : Gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
3.         Nikotin (C10H14N2 ) : Cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
4.         Amonia ( NH3 ) : Gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.
5.         Hidrogen Sianida ( HCN ) : Gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.
6.         Nitro Oksida ( N2O ) : Gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.
7.         Formaldhehid ( CH2O ) : Gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.
8.         Fenol ( C6H5OH ) : Zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzim.
9.         Hidrogen Sulfida ( H2S ) : Gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).
10.     Piridin ( C5H5N ) : Cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
11.     Metanol ( CH3OH ) : Cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan dihisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.
12.     TAR ( C6H6 ) : cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Tar itu sendiri mengandung banyak bahan beracun ke dalam tubuh. Ini adalah substansi, tebal lengket, dan ketika menghirup itu melekat pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini melindungi paru-paru dari kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ ini tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara (yang bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada akhirnya menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis
Zat-zat yang disebutkan mungkin merupakan sebagian kecil dari zat-zat kimia berbahaya yang terkandung dalam satu batang rokok. Jika dapat dibayangkan, zat-zat yang terkandung dalam satu batang rokok saja adalah bahan-bahan yang sama sekali baik untuk kesehatan tersebut dikonsumsi oleh orang-orang disekitar kita. Tentu hal tersebut sangat merugikan bagi perokok aktif itu sendiri maupun bagi orang-orang sekitarnya yang biasa disebut dengan perokok pasif.

B.     Dampak Rokok
Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh seperti hingga setengah penggunannya. Survey Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007 menyebutkan setiap jam sekitar 46 orang meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan merokok di Indonesia.
Kebiasaan merokok sedikitnya menyebabkan 30 jenis penyakit pada manusia.  Penyakit yang timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok. Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar resiko orang tersebut mendapat penyakit  saat tua.
Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik. Atau juga kanker lain, seperti kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi.
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.  Asap rokok mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya.
Beberapa penyelidikan membuktikan bahwa anak-anak yang orang tuanya merokok lebih mudah menderita penyakit pernafasan daripada anak-anak yang orang tuanya tidak merokok. Orang tua yang menderita penyakit infeksi pernafasan, anaknya dua kali lebih banyak menderita bronkitis dan pneumonia pada umur dibawah satu tahun. Anak-anak dari ibu yang merokok tidak saja mengalami risiko pada masa sebelum dilahirkan, tetapi selama berumur kurang dari satu tahun juga dalam risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit serius. Meningkatnya kalangan perokok pada wanita, memperlihatkan intensitas kanker paru di kalangan wanita makin meningkat. Lebih memprihatinkan lagi merokok pada waktu hamil berpengaruh buruk pada janin dan bayi yang dilahirkan dan dapat menyebabkan kelahiran dini – prematur. Adapun penyakit-penyakit yang dapat timbul akibat mengkonsumsi rokok antara lain :
1.             Penyakit jantung
Rokok menimbulkan aterosklerosis atau terjadi pengerasan pada pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penumpukan zat lemak di arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan membuat penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penyakit jantung.
Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan ekstra dapat menyebabkan angina atau nyeri dada. Jika satu arteri atau lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi.
Semakin banyak rokok yang dihisap dan semakin lama seseorang merokok, semakin besar kesempatannya mengembangkan penyakit jantung atau menderita serangan jantung atau stroke.
2.             Penyakit paru-paru
Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis meningkat karena merokok. Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan jauh lebih buruk di kemudian hari.
3.             Kanker
Bahaya rokok untuk kesehatan adalah menyebabkan kanker, ada banyak penyakit kanker yang disebabkan oleh rokok. Tentu salah satunya adalah kanker paru paru, 90% dari pasien kanker paru paru disebabkan karena merokok. Selain itu perokok juga berpotensi memiliki resiko lebih tinggi terhadap kanker berikut ini : kanker kandung kemih, kanker ginjal, kanker faring dan laring (kanker tenggorokan), kanker mulut, kanker kerongkongan, kanker pancreas, kanker perut, beberapa jenis leukemia ( kanker darah ), kanker hidung dan sinus, kanker serviks, kanker usus, kanker ovarium, kanker payudara, kanker kandung kemih dan kanker leher rahim.
4.             Diabetes
Merokok meningkatkan resiko terjadinya diabetes, menurut Cleveland Clinic. Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal dan masalah kaki
5.             Impotensi
Rokok merupakan faktor resiko utama untuk penyakit pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang membawa darah ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh darah ke penis kemungkinan juga akan terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yg kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi / impoten.
6.             Kebutaan
Seorang yang merokok menimbulkan meningkatnya resiko degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami orang tua. Dalam studi yg diterbitkan dalam 'Archives of Ophthalmology' pada tahun 2007 menemukan yaitu orang merokok empat kali lebih mungkin dibanding orang yang bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yg merusak makula, pusat retina, dan menghancurkan penglihatan sentral tajam.
7.             Gangguan pada janin
Merokok berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin dalam kandungan dakehamilan, termasuk infertilitas (kemandulan), keguguran, kematian janin, bayi lahir berberat badan rendah, dan sindrom kematian mendadak bayi.
Selain itu, bahaya pada kandungan rokok tidak hanya berdampak pada perokok itu sendiri, dampak-dampak diatas juga dapat dirasakan bagi orang-orang disekitar perokok aktif yang biasa disebut dengan perokok pasif. Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok. Berdasarkan penelitian yang ada,  perokok pasif cenderung lebih mudah mengalami dampak yang ditimbulkan akibat menghirup asap rokok tersebut. Hal ini dikarenakan racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Dokter Budhi Antariksa, Spesialis Paru dari Rumah Sakit Royal Taruma mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekitarnya.
Berbagai hasil penelitian juga menyimpulkan  perokok wanita berisiko 25 persen lebih tinggi daripada perokok pria. Perokok wanita memiliki risiko ganda terhadap penyakit jantung dan kanker paru-paru bila dibandingkan dengan perokok pria. Penyebabnya karena wanita memiliki berat badan dan saluran darah yang lebih kecil dari pria.
Bahaya merokok pada wanita antara lain: Merusak kulit, mengganggu sistem reproduksi, menganggu siklus menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri, menurunkan kesuburan, meningkatkan risiko terkena kanker payudara, rahim, dan kanker paru-paru, menganggu  pertumbuhan janin dalam rahim, menganggu kelancaran ASI, keguguran, hingga kematian janin.

C.    Ciri – Ciri Perokok Aktif
Jika ditelusuri alasan pertama kali merokok dari berbagai hasil penelitian antara lain : coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu rasanya rokok, sekedar ingin merasakan, kesepian, agar terlihat gaya, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, biar tidak dikatakan banci, lambang kedewasaan, mencari inspirasi. Alasan lain adalah sebagai penghilang stres, penghilang jenuh, pencari ilham, gengsi, sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng, anti mulut asam, pencuci mulut, kenikmatan.
Khusus bagi remaja dan anak-anak, suatu studi di Australia tahun 1981 terhadap 5686 anak-anak menunjukkan besarnya pengaruh iklan; anak-anak tersebut diwawancarai dua kali dengan selang waktu satu tahun dan ditemukan bahwa ke-mungkinan untuk menjadi perokok pada anak-anak yang menyetujui iklan rokok dua kali lebih besar daripada mereka yang tidak menyetujui iklan rokok.
Bagi kebanyakan pelajar, mulai merokok disebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya saja, pelajar tersebut merasa tidak enak kepada teman-temannya karena dia tidak merokok. Sehingga dia pun mulai merokok dan akgirnya menikmati rokok tersebut. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa sangat hebat, gaya, dan ditakuti. Padahal, jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal dari terjerumusnya seseorang kepada obat-obatan terlarang. Lebih lanjut, penyebab seseorang untuk merokok antara lain:
1.             Pengaruh Orangtua
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia.
2.             Pengaruh Teman dan Lingkungan Sekitar
Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan temanteman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang- kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok.


3.             Faktor Kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi penggunadibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah
4.             Pengaruh Iklan
Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut.
Jika diamati lebih lanjut, seorang perokok aktif dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1.             Bibir dan gusi menjadi hitam
2.             Kulit jadi hitam
3.             Mata merah
4.             Kuku membiru
5.             Pipi perokok terlihat lebih cekung
6.             Mudah terserang penyakit batuk
7.             Nafas bau khas rokok
8.             Gigi menjadi kuning karena noda dari nikotin

D.    Upaya Pencegahan
Tentunya untuk menekan jumlah perokok aktif harus dilakukan upaya-upaya pencegahan yang tidak hanya dilakukan oleh diri sendiri, lingkungan sekitar juga lingkungan masyarakat luas. Pemerintah juga dapat berperan besar dalam menekan angka tersebut.


Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah :
1.             Upaya yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan bukan suatu kampanye anti merokok, tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan kesehatan.
2.             Sasaran yang ingin dijangkau adalah sasaran-sasaran ter-batas yaitu : petugas kesehatan, para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita, terutama ibu hamil
3.             Kegiatan diutamakan pada pencegahan bagi yang belum merokok.
4.             Menanamkan pengertian tentang etika merokok, misalnya :
a)        Tidak merokok di tempat-tempat umum, seperti gedung bioskop, bis kota, gedung-gedung pertemuan dan sebagainya.
b)        Tidak merokok waktu sedang melaksanakan tugas, mi-salnya dokter waktu memeriksa pasien, guru waktu mengajardan sebagainya.
c)        Tidak merokok dekat anak-anak/bayi.
Peran kesadaran diri sendiri akan pentingnya kesehatan juga sangat berpengaruh untuk menekan angka perokok aktif. Perlu dilakukan sosialisasi bahwa tidak perlu “coba-coba” mengkonsumsi rokok dengan berbagai dampak kesehatan yang sangat merugikan.












BAB III
SIMPULAN

Rokok  adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok,  proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok. Rokok mengandung kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, karbon monoksida dan bahan-bahan kimia lain yang tak kalah beracunnya seperti ACROLEIN ( C3H4O ), Amonia ( NH3 ), Hidrogen Sianida ( HCN ), Nitro Oksida ( N2O ), Formaldhehid ( CH2O ), dll.
Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, bronkitis kronik, kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi. Jika diamati lebih lanjut, seorang perokok aktif dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut : Bibir dan gusi menjadi hitam, Kulit jadi hitam, Mata merah, Kuku membiru, Pipi perokok terlihat lebih cekung, Mudah terserang penyakit batuk, dll.
Tentunya untuk menekan jumlah perokok aktif harus dilakukan upaya-upaya pencegahan yang tidak hanya dilakukan oleh diri sendiri, lingkungan sekitar juga lingkungan masyarakat luas. Pemerintah juga dapat berperan besar dalam menekan angka tersebut. Pencegahan ini dapat dilakukan dimulai dengan kesadaran diri sendiri terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan sosialisasi tentang  rokok dan dampaknya terhadap kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Atkinson (1999). Pengantar Psikologi. Jakarta : Erlangga.
Azwar, S. 2002. Sikap Manusia Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.
Buchana, Cathy. 2006. Quit Smoking for Chick. Jakarta : Gramedia.
Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Buku Pedoman Umum Tim Pembina Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Jakarta : Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.
Husaini, Aiman. 2006. Tobat Merokok. Jakarta : Pustaka Iman.
Mappiare, A. (1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Nasution, Indri Kemala. 2007. Perilaku Merokok pada Remaja. Medan : USU Repastori.
http : //www.bahayamerokok.net/ diakses pada tanggal 25 Mei 2015
http : //id.wikipedia.org/wiki/rokok diakses pada tanggal 25 Mei 2015


 

Shavitri Budi Cahyaniningtyas Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang