KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada
Allah SWT Tuhan seluruh alam yang telah memberikan taufiq dan hidayah-Nya
kepada kita umat manusia sehingga dapat menjalankan tugas kekhalifahan di bumi.
Kedua kalinya shalawat serta salam selalu kita curahkan pada nabi akhiruzzaman
suri tauladan terbaik bagi seluruh alam yang telah membimbing manusia mengenal
Rabbnya dan berjalan dalam jalan kebenaran dan keselamatan, yaitu agama islam.
Tiada henti kami memanjatkan rasa
syukur atas terselesainya karya tulis ilmiah ini. Karya Tulis Ilmiah Kandungan
Rokok dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Ucapan terima kasih kami sampaikan pula
kepada seluruh pihak yang membantu penyelesaian karya tulis ilmiah ini. Penyusunan karya tulis ilmiah ini berawal dari bisikan hati nurani yang miris dengan semakin buruknya kebiasaan masyarakat yang mulai
mengkonsumsi rokok. Setiap
saat kita dapat menjumpai anggota masyarakat dari berbagai usia, termasuk
pelajar merokok di tempat-tempat umum. Padahal, berbagai penelitian dan kajian
yang telah dilakukan menujukkan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan.
Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila
dihirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya (perokok pasif). Bahkan
sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko
kesehatan yang lebih tinggi daripada para perokok itu sendiri.
Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru mengancam para
perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Terlebih lagi,
rokok bukan sesuatu barang yang sulit didapatkan. Banyak sekali yang
menyediakannya baik di warung-warung maupun di swalayan-swalayan. Adanya
pergeseran anggapan dalam masyarakat yang menganggap bahwa orang-orang yang
tidak merokok merupakan hal yang kuno dan dianggap ketinggalan zaman khususnya
dikalangan anak muda dan remaja, telah mendorong penulis untuk mengkampanyekan
untuk menjauhi narkoba dan psikotropika khususnya rokok karena kandungan
kimianya yang sangat merugikan bagi kesehatan. Melalui penyusunan karya tulis
ilmiah ini, penyusun berharap menambah wawasan untuk masyarakat khususnya
kalangan pelajar mengenai kandungan rokok dan dampaknya terhadap kesehatannya,
selain itu dengan
mengetahui informasi ini masyarakat khususnya para pelajar dapat mengurungkan
niatnya untuk mengkonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.
Pepatah mengatakan bahwa tiada gading yang tak retak, begitu pula
dengan penulisan karya tulis ilmiah ini. Kami selaku penulis memohon dengan kerendahan hati kepada para
pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah
ini. Terlepas dari kekurangan yang mengiringi, semoga keberadaan karya tulis ilmiah ini dapat menambah sedikit khazanah pengetahuan
mengenai kandungan rokok dan dampaknya terhadap kesehatan, menjadi suatu kebaikan dan dicatat oleh Allah sebagai amal
kebaikan yang memberi manfaat kepada umat. Amin.
Yogyakarta, Juni 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...................................................................................................... 1
Daftar Isi ............................................................................................................... 3
Pendahuluan .......................................................................................................... 4
a.
Latar Belakang .............................................................................. 4
b.
Rumusan Masalah .......................................................................... 4
c.
Tujuan ............................................................................................ 5
Pembahasan ........................................................................................................... 6
a.
Kandungan Rokok ....................................................................... 6
b.
Dampak Rokok ............................................................................. 11
c.
Ciri-ciri Perokok Aktif .................................................................. 15
d.
Upaya Pencegahan ....................................................................... 17
Simpulan ................................................................................................................ 19
Daftar Pustaka ....................................................................................................... 20
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bahan
dasar rokok adalah tembakau yang
terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagiahan,
walaupun sebenarnya mereka tidak ingain mencobanya lagi. Tetapi seiring
perkembangan zaman, kebiasaan merokok di kalangan masyarakat sungguh sangat meningkat
tajam khususnya di kalangan pelajar. Sebenarnya seorang pelajar belum
baik atau boleh merokok di kalangan sekolah, masyrakat atau kalangan yang
lainnya. Karena hal itu dapat berdampak buruk pada kesehatannya, sekolahnya,
dan lain-lain. Biasanya hal ini dilakukan oleh para pelajar karena kondisi
emosi mereka yang tidak stabil membuat mereka melakukan segala hal untuk
melampiaskan emosinya.
Di
kota-kota besar, populasi perokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini
disebabkan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok dikalangan sekolah
/ masyarakat. Atau mungkin jugaa kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga
mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti ke depannya. Dari sudut pandang diatas kemudian penulis berusaha untuk mensosialisasikan tentang bahaya rokok serta akibat
untuk masa ke depannya lewat karya tulis ilmiah mengenai kandungan rokok dan
dampaknya terhadap kesehatan ini.
B.
Rumusan
Masalah
1. Zat-zat apa saja yang terkandung dalam rokok ?
2. Dampak apa saja yang ditimbulkan rokok
khususnya dalam bidang kesehatan ?
3. Bagaimana ciri-ciri dari seorang perokok aktif
?
4. Upaya pencegaha apa saja yang dapat dilakukan
untuk mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia ?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui zat-zat yang terkandung dalam rokok
2.
Mengetahui dampak yang ditimbulkan rokok khususnya dalam bidang kesehatan
3.
Mengetahui ciri-ciri dari seorang perokok aktif
4.
Mengetahui upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah
perokok aktif di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kandungan Rokok
Rokok adalah silinder
dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi
tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang
telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara
agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya
dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa
tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan
kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat
ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker
paru-paru atau serangan jantung (walaupun
pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Di Indonesia pemasaran rokok adalah
pemasaran produk yang paling heboh.
Gencar menyelusup kesegenap wilayah kehidupan masyarakat disemua strata. Tua,
muda, miskin dan kaya bisa menikmati rokok. Hal yang biasa, produsen rokok
menjadi sponsor acara musik, sehingga masyarakat, kawula muda khususnya bisa
menikmati pertunjukkan musik artis idolanya dengan cuma-cuma. Sponsor acara
olahraga. Meskipun didunia olahraga, merokok adalah hal yang tabu. Menjadi
donatur atau sponsor
untuk pengelolaan, keindahan taman suatu kota, kegiatan seminar dan lain sebagainya.
Manusia di dunia yang merokok untuk
pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual
seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua
Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap
rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai
muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang
merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan
semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu
kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
1.
Rokok
berdasarkan bahan pembungkus.
a)
Klobot : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
b)
Kawung : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
c)
Sigaret :
rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
d) Cerutu :
rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
2.
Rokok
berdasarkan bahan baku atau isi.
a)
Rokok
Putih: rokok yang
bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang
diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
b)
Rokok
Kretek: rokok yang
bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang
diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
c)
Rokok
Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang
diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
3.
Rokok
berdasarkan proses pembuatannya.
b)
Sigaret
Kretek Mesin (SKM):
rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok
dimasukkan ke dalam mesin
pembuat rokok.
Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini
mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai
delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan
dengan mesin
pembungkus rokok sehingga
keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam
bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran
berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan
SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada
SKM, lingkar pangkal
rokok dan lingkar ujung
rokok sama
besar. Sigaret Kretek
Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian :
i.
Sigaret
Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya
ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam International, Djarum
Super dan lain-lain.
ii.
Sigaret
Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar
dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas.
Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild, U Mild, L.A. Lights, Surya Slims dan
lain-lain.
4.
Rokok
berdasarkan penggunaan filter.
b)
Rokok
Non Filter (RNF) : rokok yang pada bagian pangkalnya
tidak terdapat gabus.
5.
Rokok dilihat dari
komposisinya :
a)
Bidis:
Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang.Tar
dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik.
Biasaditemukan di Asia Tenggara dan India.
b)
Cigar:
Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau.
Adaberbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.
c)
Kretek:
Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit
saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.
d)
Tembakau
langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di AsiaTenggara dan
India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan jenis kunyah. Adalagi jenis
yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap
denganhidung atau mulut.
e)
Shisha
atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa buah-buahanyang
disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara,
TimurTengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur
seperti di kafe-kafe.
Rokok mengandung
kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya
bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon
monoksida. Selain itu, dalam sebatang rokok juga mengandung bahan-bahan kimia lain
yang tak kalah beracunnya diantaranya :
1.
ACROLEIN ( C3H4O ) : Zat
berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril
atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang
pasti sangat mengganggu kesehatan.
2.
Karbon Monoksida ( CO ) : Gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang
tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam
tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul
hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu
terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
3.
Nikotin (C10H14N2 ) : Cairan
berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan
seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
4.
Amonia ( NH3 ) : Gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen.
Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki
sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat
pingsan atau koma.
5.
Hidrogen Sianida ( HCN ) : Gas
tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan
mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung
ke dalam tubuh akan berakibat kematian.
6.
Nitro Oksida ( N2O ) : Gas
tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan
membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.
7.
Formaldhehid ( CH2O ) : Gas
tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.
8.
Fenol ( C6H5OH ) : Zat
ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat
organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan
menghalangi kerja enzim.
9.
Hidrogen Sulfida ( H2S ) : Gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi
oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).
10. Piridin ( C5H5N ) : Cairan tidak
berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan
pembunuh hama.
11.
Metanol ( CH3OH ) : Cairan
ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan dihisap
dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.
12. TAR ( C6H6 ) : cairan kental berwarna coklat tua atau hitam
didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Tar itu sendiri mengandung banyak
bahan beracun ke dalam tubuh. Ini adalah substansi, tebal lengket, dan ketika
menghirup itu melekat pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini
melindungi paru-paru dari kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ
ini tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi
secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara (yang
bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada akhirnya
menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis
Zat-zat yang
disebutkan mungkin merupakan sebagian kecil dari zat-zat kimia berbahaya yang
terkandung dalam satu batang rokok. Jika dapat dibayangkan, zat-zat yang
terkandung dalam satu batang rokok saja adalah bahan-bahan yang sama sekali
baik untuk kesehatan tersebut dikonsumsi oleh orang-orang disekitar kita. Tentu
hal tersebut sangat merugikan bagi perokok aktif itu sendiri maupun bagi
orang-orang sekitarnya yang biasa disebut dengan perokok pasif.
B.
Dampak Rokok
Rokok
merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan
satu-satunya produk legal yang membunuh seperti hingga setengah penggunannya.
Survey Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007 menyebutkan setiap
jam sekitar 46 orang meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan
merokok di Indonesia.
Kebiasaan merokok sedikitnya menyebabkan 30 jenis penyakit pada
manusia. Penyakit yang timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya
yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok.
Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar resiko orang tersebut
mendapat penyakit saat tua.
Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis
diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh
sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis
kronik. Atau juga
kanker lain, seperti kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal,
kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa
menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini,
osteoporosis, kemandulan, dan impotensi.
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung
rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari
pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Asap rokok mengandung sejumlah
zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik,
naftalen, ammonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain.
Partikel ini akan mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh.
Endapan asap rokok juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa
bertahan sampai lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya.
Beberapa penyelidikan membuktikan bahwa anak-anak yang orang tuanya
merokok lebih mudah menderita penyakit pernafasan daripada anak-anak yang orang
tuanya tidak merokok. Orang tua yang menderita penyakit infeksi pernafasan,
anaknya dua kali lebih banyak menderita bronkitis dan pneumonia pada umur
dibawah satu tahun. Anak-anak dari ibu yang merokok tidak saja mengalami risiko
pada masa sebelum dilahirkan, tetapi selama berumur kurang dari satu tahun juga
dalam risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit serius. Meningkatnya
kalangan perokok pada wanita, memperlihatkan intensitas kanker paru di kalangan
wanita makin meningkat. Lebih memprihatinkan lagi merokok pada waktu hamil
berpengaruh buruk pada janin dan bayi yang dilahirkan dan dapat menyebabkan
kelahiran dini – prematur. Adapun penyakit-penyakit yang dapat timbul akibat mengkonsumsi rokok
antara lain :
1.
Penyakit jantung
Rokok menimbulkan aterosklerosis
atau terjadi pengerasan pada pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penumpukan
zat lemak di arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan membuat
penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penyakit jantung.
Jantung harus bekerja lebih keras
dan tekanan ekstra dapat menyebabkan angina atau nyeri dada. Jika satu arteri
atau lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi.
Semakin banyak rokok yang dihisap
dan semakin lama seseorang merokok, semakin besar kesempatannya mengembangkan
penyakit jantung atau menderita serangan jantung atau stroke.
2.
Penyakit paru-paru
Risiko terkena pneumonia, emfisema
dan bronkitis kronis meningkat karena merokok. Penyakit ini sering disebut
sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penyakit paru-paru ini dapat
berlangsung dan bertambah buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut
akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa
mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan jauh lebih buruk di kemudian hari.
3.
Kanker
Bahaya rokok untuk kesehatan adalah menyebabkan
kanker, ada banyak penyakit kanker yang disebabkan oleh rokok. Tentu salah
satunya adalah kanker paru paru, 90% dari pasien kanker paru paru
disebabkan karena merokok. Selain itu perokok juga berpotensi memiliki resiko lebih
tinggi terhadap kanker berikut ini : kanker
kandung kemih, kanker ginjal, kanker faring
dan laring (kanker tenggorokan), kanker mulut, kanker
kerongkongan, kanker pancreas, kanker perut, beberapa
jenis leukemia ( kanker darah
), kanker hidung dan sinus, kanker
serviks, kanker usus, kanker
ovarium, kanker
payudara, kanker kandung kemih dan kanker leher rahim.
4.
Diabetes
Merokok meningkatkan resiko terjadinya
diabetes, menurut Cleveland Clinic. Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi
dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit
pembuluh darah, penyakit ginjal dan masalah kaki
5.
Impotensi
Rokok merupakan faktor resiko utama
untuk penyakit pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang
membawa darah ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh darah ke penis kemungkinan juga akan
terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yg kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi
ereksi / impoten.
6.
Kebutaan
Seorang yang merokok menimbulkan
meningkatnya resiko degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami
orang tua. Dalam studi yg diterbitkan dalam 'Archives of Ophthalmology' pada
tahun 2007 menemukan yaitu orang merokok empat kali lebih mungkin dibanding
orang yang bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yg merusak
makula, pusat retina, dan menghancurkan penglihatan sentral tajam.
7.
Gangguan pada janin
Merokok berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin
dalam kandungan dan kehamilan,
termasuk infertilitas (kemandulan), keguguran, kematian janin, bayi lahir
berberat badan rendah, dan sindrom kematian mendadak bayi.
Selain itu, bahaya pada kandungan rokok tidak
hanya berdampak pada perokok itu sendiri, dampak-dampak diatas juga dapat
dirasakan bagi orang-orang disekitar perokok aktif yang biasa disebut dengan
perokok pasif. Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari orang
yang sedang merokok. Berdasarkan penelitian yang ada, perokok pasif cenderung lebih mudah mengalami
dampak yang ditimbulkan akibat menghirup asap rokok tersebut. Hal ini
dikarenakan racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang
mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan
berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh
perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok
aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter
melalui ujung rokok yang dihisap. Dokter Budhi Antariksa, Spesialis Paru
dari Rumah Sakit Royal Taruma mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang
terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar
di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekitarnya.
Berbagai hasil penelitian juga menyimpulkan
perokok wanita berisiko 25 persen lebih tinggi daripada perokok pria.
Perokok wanita memiliki risiko ganda terhadap penyakit jantung dan kanker
paru-paru bila dibandingkan dengan perokok pria. Penyebabnya karena wanita
memiliki berat badan dan saluran darah yang lebih kecil dari pria.
Bahaya merokok pada
wanita antara lain: Merusak kulit, mengganggu sistem reproduksi, menganggu
siklus menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri, menurunkan kesuburan,
meningkatkan risiko terkena kanker payudara, rahim, dan kanker paru-paru,
menganggu pertumbuhan janin dalam rahim, menganggu kelancaran ASI,
keguguran, hingga kematian janin.
C.
Ciri – Ciri Perokok Aktif
Jika ditelusuri alasan
pertama kali merokok dari berbagai hasil penelitian antara lain : coba-coba,
ikut-ikutan, ingin tahu rasanya
rokok, sekedar ingin merasakan, kesepian, agar terlihat gaya, meniru orang tua,
iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, biar tidak
dikatakan banci, lambang kedewasaan, mencari inspirasi. Alasan lain adalah
sebagai penghilang stres, penghilang jenuh, pencari ilham, gengsi, sukar
melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng, anti mulut asam, pencuci mulut,
kenikmatan.
Khusus
bagi remaja dan anak-anak, suatu studi di Australia tahun 1981 terhadap 5686
anak-anak menunjukkan besarnya pengaruh iklan; anak-anak tersebut diwawancarai
dua kali dengan selang waktu satu tahun dan ditemukan bahwa ke-mungkinan untuk
menjadi perokok pada anak-anak yang menyetujui iklan rokok dua kali lebih besar
daripada mereka yang tidak menyetujui iklan rokok.
Bagi
kebanyakan pelajar, mulai merokok disebabkan oleh dorongan lingkungan.
Contohnya saja, pelajar tersebut merasa tidak enak kepada teman-temannya karena
dia tidak merokok. Sehingga dia pun mulai merokok dan akgirnya menikmati rokok
tersebut. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya
merasa sangat hebat, gaya, dan ditakuti. Padahal, jika dia tidak pandai-pandai
menjaga dirinya, rokok adalah awal dari terjerumusnya seseorang kepada
obat-obatan terlarang. Lebih lanjut, penyebab seseorang untuk merokok antara
lain:
1.
Pengaruh
Orangtua
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak
muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak
begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih
mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari
lingkungan rumah tangga yang bahagia.
2.
Pengaruh Teman dan Lingkungan Sekitar
Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok
maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian
sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama
remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan temanteman remaja
tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi
perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang- kurangnya
satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok.
3.
Faktor Kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin
melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari
kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna
obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor
tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi
penggunadibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah
4.
Pengaruh Iklan
Melihat iklan
di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah
lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk
mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut.
Jika diamati
lebih lanjut, seorang perokok aktif dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai
berikut :
1.
Bibir
dan gusi menjadi hitam
2.
Kulit
jadi hitam
3.
Mata
merah
4.
Kuku
membiru
5.
Pipi
perokok terlihat lebih cekung
6.
Mudah
terserang penyakit batuk
7.
Nafas
bau khas rokok
8.
Gigi
menjadi kuning karena noda dari nikotin
D.
Upaya Pencegahan
Tentunya untuk menekan jumlah perokok aktif
harus dilakukan upaya-upaya pencegahan yang tidak hanya dilakukan oleh diri
sendiri, lingkungan sekitar juga lingkungan masyarakat luas. Pemerintah juga
dapat berperan besar dalam menekan angka tersebut.
Beberapa
upaya yang telah dilakukan pemerintah :
1.
Upaya yang dilaksanakan oleh
Departemen Kesehatan bukan suatu kampanye anti merokok, tetapi penyuluhan
tentang hubungan rokok dengan kesehatan.
2.
Sasaran yang ingin dijangkau adalah
sasaran-sasaran ter-batas yaitu : petugas kesehatan, para pendidik, para murid
sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita, terutama ibu hamil
3.
Kegiatan diutamakan pada pencegahan
bagi yang belum merokok.
4.
Menanamkan pengertian tentang etika
merokok, misalnya :
a)
Tidak merokok di tempat-tempat
umum, seperti gedung bioskop, bis kota, gedung-gedung pertemuan dan sebagainya.
b)
Tidak merokok waktu sedang
melaksanakan tugas, mi-salnya dokter waktu memeriksa pasien, guru waktu
mengajardan sebagainya.
c)
Tidak merokok dekat anak-anak/bayi.
Peran kesadaran diri sendiri akan pentingnya
kesehatan juga sangat berpengaruh untuk menekan angka perokok aktif. Perlu
dilakukan sosialisasi bahwa tidak perlu “coba-coba” mengkonsumsi rokok dengan
berbagai dampak kesehatan yang sangat merugikan.
BAB III
SIMPULAN
Rokok adalah
silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi
tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang
telah dicacah. Rokok dibedakan
menjadi beberapa jenis didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok. Rokok mengandung kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan
setidaknya 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok
adalah tar, nikotin, karbon monoksida dan bahan-bahan kimia lain yang tak kalah beracunnya seperti ACROLEIN ( C3H4O ), Amonia ( NH3
), Hidrogen Sianida ( HCN ), Nitro Oksida ( N2O ),
Formaldhehid ( CH2O ), dll.
Dalam satu batang rokok mengandung sekitar
7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang
merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru,
emfisema, bronkitis kronik, kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas,
ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis
atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi,
risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi. Jika diamati
lebih lanjut, seorang perokok aktif dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai
berikut : Bibir dan gusi
menjadi hitam, Kulit jadi hitam, Mata merah, Kuku membiru, Pipi perokok terlihat lebih cekung, Mudah terserang penyakit batuk, dll.
Tentunya untuk menekan jumlah perokok aktif
harus dilakukan upaya-upaya pencegahan yang tidak hanya dilakukan oleh diri
sendiri, lingkungan sekitar juga lingkungan masyarakat luas. Pemerintah juga
dapat berperan besar dalam menekan angka tersebut. Pencegahan ini dapat
dilakukan dimulai dengan kesadaran diri sendiri terhadap pentingnya menjaga
kesehatan dan sosialisasi tentang rokok
dan dampaknya terhadap kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Atkinson (1999). Pengantar Psikologi. Jakarta :
Erlangga.
Azwar, S. 2002. Sikap Manusia Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka
Pelajar Offset.
Buchana, Cathy. 2006. Quit Smoking for Chick.
Jakarta : Gramedia.
Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Buku Pedoman Umum Tim
Pembina Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Jakarta : Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.
Husaini, Aiman. 2006. Tobat Merokok. Jakarta :
Pustaka Iman.
Mappiare, A. (1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Nasution, Indri Kemala. 2007. Perilaku Merokok
pada Remaja. Medan : USU Repastori.
http : //www.bahayamerokok.net/ diakses pada
tanggal 25 Mei 2015
http : //id.wikipedia.org/wiki/rokok diakses
pada tanggal 25 Mei 2015